Langsung ke konten utama

PERAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN


 A. Pendahuluan
Sekolah merupakan suatu lembaga belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut KBBI ). Sekolah juga merupakan instansi yang diposisikan sebagai garda terdepan dan posisi sentral di dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran dalam menghasilkan generasi-generasi terdidik. Berkaitan dengan itu, maka sekolah akan menjadi bahan pembicaraan banyak orang,berkaitan dengan perananan keberadaan dan manfaatnya. Kemajuan sumber daya manusia tidak dapat diperoleh begitu saja, melainkan haruslah diproleh melalui “proses pendidikan” yang baik dan “institusi” yang baik pula. Proses Pendidikan secara formal dilaksanakan di sekolah melalui proses belajar mengajar. Proses Belajar Mengajar (PBM) merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, dan guru sebagai pemegang peranan utamanya. Pelaksanan proses belajar mengajar ini, harus didukung dengan sarana prasarana yang baik dan cukup agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara sempurna. Untuk melaksanakan pbm ini juga harus dilaksanakan oleh tenaga kependidikan dalam hal ini guru yang memiliki kemampuan yaitu memenuhi kelayakan dan kesesuaian dengan latar belakang pengetahuan yang dimilikinya. Dengan kata lain guru harus profesional dalam menjalankan tugasnya. Fakta menunjukkan bahwa kinerja lembaga-lembaga pendidikan masih belum memadai disebabkan oleh faktor gurunya karena kekurangan guru dan guru belum memenuhi standar kelayakan terutama di sekolah-sekolah pinggiran. Ini menimbulkan hasil pendidikan belum maksimal dan kinerja sekolah juga belum seperti yang diharapkan. Disamping peran guru, juga peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam memimpin sekolah. Melaksanakan pengelolaan sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah akan tergambar dengan hasil evaluasi belajar siswa setiap akhir tahun. Demikian juga dalam penilaian kinerja sekolah melalui akreditasi sekolah akan tercermin hasil akreditasinya. Oleh sebab itu akreditasi sekolah merupakan salah satu cara dalam penjaminan mutu pendidikan. Dan evaluasi belajar yang dilakukan oleh pemerintah melalui UN, merupakan evaluasi kinerja pendidikan

 B. Pembahasan Permasalah mutu pendidikan pada satuan pendidikan tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dalam satu sistem yang saling memengaruhi. Hasil keluaran pendidikan dipengaruhi oleh mutu masukan dan mutu proses belajar mengajar. Dalam proses pendidikan masing masing sub unsur saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Faktor masukan yakni anak didik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, demikian juga proses pembelajaran juga dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga akan memengaruhi hasil atau keluaran dari pendidikan itu sendiri. Hasil dari akreditasi yang merupakan hasil penilaian kelayakan satuan atau program pendidikan secara menyeluruh yang mengacu pada SNP. Masukan dari pihak eksternal dan hasil akreditasi yang merupakan hasil kelayakan satuan bermanfaat bagi satuan pendidikan dan instansi yang membantu satuan pendidikan dalam pemenuhan standar nasional pendidikan berupa pencapaian hasil evaluasi lainnya yang dilakukan oleh pihak ekstrenal terhadap sekolah/madarasah. Mutu pada satuan pendidikan mempunyai makna menghasilkan dan memberikan yang terbaik, karena dalam PP no.19 Tahun 2009 pasal 91 disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan ini bertujuan untuk memenuhi atau jika perlu melampaui standar nasioal pendidikan yang telah ditetapkan. Komponen-komponen yang perlu diperhatikan dalam pengembangan mutu dan yang harus di evaluasi adalah masukan, proses, hasil belajar, dan manfaat hasilnya nanti. Input dalam hal ini para pelajar/siswa dipengaruhi oleh latar belakang kognitif siswa, keadaan sosial ekonomi, keadaan lingkungan tempat tinggal siswa itu sendiri. Kemudian masuk di lembaga pendidikan (sekolah), maka sianak akan menerima pembelajaran dari seorang guru. Peroses pembelajaran ini sangat dominan dilaksanakan oleh seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan, memiliki kelayakan untuk bertugas sebagai guru. Proses belajar mengajar disamping guru yang memegang peranan, juga dipengaruhi faktor biaya penyelenggaraan sekolah, kelengkapan sarana dan prasarana belajar. Dalam pbm pun dipengaruhi oleh sistem kurikum, sistem pelayanan dan administrasi, sitem penyajian atau metode pembelajaran, dan sistem evaluasi. Dari proses pembelajaran akan menghasilkan siswa yang memiliki ilmu pengetahuan, memiliki sikap kepribadian yang bermoral Pancasila, dan memiliki keterampilan dalam melaksanakan suatu pekerjaan nantinya. Ini menunjukkan betapa pentingnya proses pembelajaran dengan semua aspek lainnya agar tercapai hasil pembelajaran yang baik, dan tercapai standar yang telah ditetapkan. Jika hasil pendidikan ini bermanfaat dan dapat diterima oleh semua pihak atau pelanggan akan merasa puas, maka akan dikatakan sekolah itu bermutu.

 C. Kesimpulan Memperhatikan uraian di atas, maka untuk peningkatan mutu pendidikan yang mampu mengikuti tuntutan perkembangan perlu dirumuskan suatu sistem manajemen mutu instansi pendidikan yang tepat dan profesional. Sebagai suatu rambu-rambu, lembaga pendidikan tenaga kependidikan haruslah mengikuti arah paradigma baru pendidikan yaitu mengedepankan layanan mutu dengan membuka diri terhadap penerapan siap menerapkan akuntanbilitas publik, siap diakreditasi bahkan mengusahakannya, dan dari waktu ke waktu melakukan evaluasi diri untuk perubahan yang lebih baik agar menghasilkan suatu lembaga pendidikan dan lulusan yang yang bermutu.Uraian di atas merupakan teori pengendalian mutu pendidikan, bahwa mutu pendidikan harus diperhatikan mulai dari proses pembelajaran yang dilakukan evaluasi secara terus menerus untuk perbaikan pengajarannya. Jika pengelolaan sekolah dikelola dengan baik dengan penggunaan dan pemanfaatan sarana prasarana belajar yang didukung oleh kemampuan pimpinan, kemapuan dari para guru, maka harapan terhadap hasil belajar akan terwujud. Demikian juga hasil akreditasi sekolah yang menggambarkan tentang kinerja sekolah apabila dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh maka akan tergambar hasil akreditasi yang baik pula. Hasil akreditasi sebagai pengendalian tentunya akan berdampak secara produktif dalam merumuskan dan meningkatkan kompetensi guru, manajeman, dan faktor penunjang yang memerlukan penyegaran dalam fungsi lembaga pendidikan sebagai penyampai informasi dan garda terdepan dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa.

Daftar Pustaka
1. Ahmad Syarwani, 2010. Akreditasi Muara Penimngkatan Mutu Pendidikan, disajikan pada seminar akreditasi BAP-SM, Sumatera Selatan 15 Nopember.
2. Darmadi Hamid, 2010. Kemampuan Dasar Mengajar: Konsep Dasar Teori dan Praktek, Bandung: Alfabeta.
3. bapsm-kalbar.or.id/.../peran-akreditasi...peningkatan-mutu-pendidikan
4. darmayudi.blogspot.co.id/2015/06/peran-akreditasi-sekolahmadrasah.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYELENGGARAAN KELOMPOK PERCONTOHAN PEMBELAJARAN (Pengolahan Pakan Ikan)

A. LATAR BELAKANG       Usaha budidaya ikan air tawar merupakan sektor penting dalam upaya mencapai kebutuhan protein hewani di Indonesia. Permintaan akan ikan menunjukkan peningkatan, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat pendapatan serta kesadaran akan pentingnya makanan bergizi pada masyarakat. Dengan meningkatnya usaha budidaya ini maka tuntutan terhadap jumlah maupun bahan pakan akan meningkat pula. Mengingat biaya pakan ini yang paling besar, maka usaha positif apabila diadakan penekanan biaya pakan dalam rangka meningkatkan keuntungan. Semakin tingginya biaya pakan membuat para pembudidaya ikan mencari strategi untuk meminimalkan biaya tanpa harus mengganggu pencapaian produksi. Sebagaimana diketahui, pakan dalam budidaya ikan menyumbang sekitar 60 – 70 % dari total biaya produksi. Salah satu cara untuk meminimalkan biaya tinggi dengan membuat pakan ikan sendiri. Melalui teknologi sederhana, kita dapat meracik pakan untuk komoditas...

Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Akreditasi PAUD dan PNF

Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Akreditasi PAUD dan PNF Hampir sebagian besar orang sudah tidak asing lagi mendengar kata akreditasi. Karena biasanya lembaga kebanyakan menuliskan akreditasi di depan gerbang lembaganya untuk menarik minat masyarakat. Namun tahu kah anda apa itu akreditasi?. Akreditasi adalah suatu pengakuan formal yang diberikan oleh badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga. Atau bisa juga diartikan nilai lembaga tersebut dalam beberapa kriteria. Setidaknya ada beberapa standar yang harus dimiliki lembaga seperti: 1) Standar Kompetensi Lulusan; 2) Standar Isi; 3) Standar Proses; 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 5) Standar Sarana dan Prasarana; 6) Standar Pengelolaan; 7) Standar Pembiyaan ; dan 8) Standar Penilaian. Semua komponen tersebut harus dikelola dengan baik agar proses pendidikan berjalan sesuai dengan harapan. Akreditasi menjadi sangat penting dalam menentukan apakah lembaga tersebut bagus atau tidak. Kementerian Pendidikan dan Kebu...