A. LATAR BELAKANG
Usaha budidaya ikan air tawar merupakan sektor penting dalam upaya mencapai kebutuhan protein hewani di Indonesia. Permintaan akan ikan menunjukkan peningkatan, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat pendapatan serta kesadaran akan pentingnya makanan bergizi pada masyarakat.
Dengan meningkatnya usaha budidaya ini maka tuntutan terhadap jumlah maupun bahan pakan akan meningkat pula. Mengingat biaya pakan ini yang paling besar, maka usaha positif apabila diadakan penekanan biaya pakan dalam rangka meningkatkan keuntungan. Semakin tingginya biaya pakan membuat para pembudidaya ikan mencari strategi untuk meminimalkan biaya tanpa harus mengganggu pencapaian produksi. Sebagaimana diketahui, pakan dalam budidaya ikan menyumbang sekitar 60 – 70 % dari total biaya produksi.
Salah satu cara untuk meminimalkan biaya tinggi dengan membuat pakan ikan sendiri. Melalui teknologi sederhana, kita dapat meracik pakan untuk komoditas ikan yang dibudidayakan seperti bawal, nila, patin, dan lele. Selain itu kalau berhitung secara ekonomi, biaya produksi yang harus dikeluarkan dengan menggunakan pakan pabrikan kurang menarik dari segi profit.
Biaya produksi habis hanya untuk pakan dan berakibat profit menjadi tipis.
Sekarang banyak pembudidaya ikan tertarik menggunakan pakan buatan sendiri karena telah berhitung pada biaya pakan yang akan timbul apalagi harga pakan pabrikan terus naik. Dengan pakan buatan sendiri biaya produksi khusus untuk pakan bisa ditekan 15 – 20%.Jadi dapat kalkulasi selisih antara harga pakan pabrikan dengan membuat pakan sendiri sekitar Rp 1.500 – 2.000 per kg. Imbasnya, keuntungan atau margin bisa lebih besar dan biaya produksi lebih kecil.
B. MAKSUD
Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan motivasi, kreativitas dan produktivitas kerja pembudidaya ikan agar mampu memperhatikan, mengamati, menemukan, menekuni, mengembanngkan dan menciptakan teknologi tepatguna serta lapangan kerja dan usaha produktif berazaskan kemandirian dan kemitraan, berwawasan lingkungan, berkesinambungan serta menguntungkan.
C. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai setelah kegiatan ini adalah :
- Meningkatkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang tersedia, mudah diperoleh, mudah diproses dan murah.
- Meningatkan keterampilan dalam penguasaan teknologi tepat guna untuk penyediaan pakan alternatif alami.
- Menumbuhkembangkan motivasi dan kreativitas dalam mengembangkan lapangan kerja dan spesialisasi usaha.
- Membantu secara optimal masalah pakan ikan .
- Membangkitkan kembali kegiatan budidaya ikan yang telah mengalami kebangkrutan karena ketidakseimbangan harga pakan dan harga produk yang dihasilkan.
- Tumbuhberkembangnya usaha budidaya ikan berazaskan pendekatan kelompok yang mampu mengakses jalinan kemitraan usaha antar petani (produsen), lembaga penyediaan dana dan lembaga pemasaran produk.
- Memanfaatkan secara optimal sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan teknologi setempat yang sesuai dengan kebutuhan, perkembangan dan permintaan pasar.
D. SASARAN
Jumlah peserta yang akan mengikuti Kegiatan Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) tahun 2015 sebanyak 15 orang, dengan persyaratan antara lain: Peserta didik program Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) adalah warga masyarakat yang mau mengikuti pendidikan dan pelatihan keterampilan yang terintegrasi dengan kewirausahaan. Dengan kriteria sebagai berikut :
- Warga masyarakat putus sekolah atau lulus tetapi tidak melanjutkan (tidak sedang menempuh pembelajaran disekolah atau program pendidikan kesetaraan), menganggur, dan tidak mampu.
- Penduduk usia produktif (18 - 40 tahun)
- Diprioritaskan warga masyarakat yang berdomisili disekitar lokasi kegiatan.
- Memiliki kemauan untuk mengembangkan rintisan (inkubator) bisnis
- Memiliki minat dan motivasi untuk berwirausaha setelah mengikuti Program PKM.
- Data calon peserta didik dibuktikan dengan melampirkan fotokopi KTP calon peserta didik
E. WAKTU DAN TEMPAT
Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) Pengolahan Pakan Ikan menggunakan Metode Pelatihan (training) secara terjadwal dengan komposisi praktek yang lebih banyak yaitu 80% dan dukungan teori hanya 20%. Jadwal Pelaksanaan Pelatihan dari tanggal 15 Juni sampai dengan 15 Agustus 2015. Total jam pelatihan sebanyak 208 jam, dengan deskripsi sehari selama 6-7 jam atau seminggu selama empat hari atau 26 jam. Mata pelajaran yang dilatih terdiri dari teknik budidaya, teknik pengolahan pakan ikan dan kewirausahaan.
Ceramah diberikan sebagai pengantar menuju praktek dan praktek diberikan dengan langkah-langkah sebagai berikut: :1) pembagian panduan teknik budidaya ikan air tawar . 2) pemberian penjelasan tentang macam makanan ikan dan pencernaannya. 3) penjelasan tentang gizi yang dibutuhkan oleh ikan. 4) Penjelasan tentang penyususnan formula atau ramuan yang diperlukan atau ramuan yang diperlukan sesuai dengan fase ikan. 5) teknik umum dalam pembuatan pakan ikan. 6) penjelasan tentang tata cara penyimpanan pakana ikan buatan. 7) penjelasan cara pemberian pakan ikan. 8) penjelasan tentang kewirausahaan. Proses pendampingan usaha 3 bulan setelah pembelajaran

Komentar
Posting Komentar